Belajar Tahsin, Semakin Merasa "Kecil"
Bismillaahirrahmaanirrahiim
Alhamdulillahilladzi bini'mathihi tathimushshalihaat. Hiatus lagi dan lagi dari platform ini.
Banyak hal yang udah terlewati sampai saat ini, biidznillah, Allah yang mampukan. Salah satunya adalah mengikuti tahsin di tahun 2019. Mau berbagi cerita tentang belajar tahsin yang hampir 2 tahun ini. Ternyata hidup di dunia itu betul betul tempat mencari bekal teman-teman :') Fasilitas yang Allah sediakan itu banyak sekali untuk kita mengumpulkan bekal ke akhirat. Memang diri aja yang seringkali malas. Belajar tahsin ini salah satu dari ribuan nikmat yang Allah kasih, asal kita mau menjemputnya untuk terus belajar, berlelah-lelah ke arah sana.
Awal mengenal tahsin dari tahun 2018, lihat kakak kelas update instagram story soal pendaftaran tahsin. Pada saat itu, sejujurnya ingin daftar dan belajar, cuma benar-benar ya diri kalah oleh godaan syaitan. Ciut. Takut ngga mampu. "Nanti aja kalau udah nikah jadi ada temennya". Iya, begitu dalam hati. Padahal kalau saat itu daftar, pasti banyak temannya juga kan, bukan diri sendiri aja yang daftar. Memang nih kadang-kadang diri tuh.....
Sebelum menikah H-beberapa bulan, memberanikan diri ke calon suami yang sekarang udah jadi suami, untuk mengajak belajar tahsin bareng-bareng. Eh ya tentu lah pasti di-iya-kan, salah satu misinya kan ke arah situ. Alhamdulillaah. Satu bulan setelah menikah, pendaftaran tahsin angkatan ke-7 dibuka. Saya dan suami agak khawatir ngga kebagian kuota karena yang mendaftar di angkatan sebelum-sebelumnya banyak sekali, sampai-sampai pendaftaran hanya berlangsung beberapa menit. Akhirnya ikhtiar untuk set alarm dan reload link pendaftaran beruang kali. Saya masih ingat pada saat daftar tahsin, waktu itu ba'da isya dan posisinya lagi nyetrika. Alhamdulillaah ternyata kebagian kuota sama suami.
Nah, sebelum memulai pembelajaran ada placement test dulu karena di sini ada tingkatan kelas dari pemula 1, pemula 2, mahir 1, mahir 2. Sistem pembelajarannya per semester atau 6 bulan. Jumlah pertemuan dalam 1 bulannya sebanyak 4 kali atau seminggu sekali. Oh iya biaya pendaftarannya pun worth it, hanya 60ribu termasuk buku, merchandise, dan konsumsi. Untuk infaq per bulannya sama dengan biaya pendaftaran, 60ribu juga. Jadi dari segi rupiah, itu udah termasuk investasi ilmu yang sangat terjangkau.
Setelah hasil placement test keluar, saya dan suami langsung memilih jadwal di jam yang sama. E ternyata, jadwal sama ngga berarti tempat belajarnya sama, saya dan suami berbeda tempat. Setiap ganti semester, ada opsi jadwal lagi dan ngga menutup kemungkinan untuk 1 tempat di 1 waktu. Awalnya pembelajaran dilakukan secara langsung (tatap muka), Qadarullah wa masya'a fa'ala dengan adanya pandemi, sistem pembelajaran dilakukan secara online.
Hal yang paling ditunggu-tunggu di setiap pertemuannya adalah talaqqi Al-Fatihah. Iya Al-Fatihah. Awalnya kayak "Bismillah Al-Fatihah mah insyaaAllah bisa", e e e kata siapa Al-Fatihah yang selama ini kita pakai saat shalat, udah betul pengucapannya. Ternyata dalam 1 surat yang biasanya digunakan setiap hari, masih banyak salahnya. Kaget... sampai pengucapan huruf yang selama ini dianggap betul (oleh diri sendiri) ternyata salah. Jadi ngga boleh menganggap enteng hal yang seakan-akan kita tuh udah paham, padahal belajar secara serius aja belum. Allahummagfirli...
Banyak pembelajaran yang didapat dari belajar tahsin, bukan cuma makharijul huruf, sifat-sifat huruf aja, tapi hikmah dari suatu cerita atau pembahasan surat-surat di Juz 30, teman-teman yang selalu mengingatkan mutaba'ah yaumiyah, pokoknya paket komplit ada di lingkungan yang baik, MasyaaAllah. Setiap semester ada evaluasinya kaya UTS dan UAS, tentu ada yang naik kelas atau stay di kelas sebelumnya. Ustadzahnya disesuaikan dengan jadwal yang dipilih sebelumnya. Alhamdulillaah saya masih dengan Ustadzah yang sama dari awal masuk, jadi sudah terbiasa dari cara mengajarnya dan sangat nyaman, welcome untuk menerima pertanyaan yang kadang tiba-tiba ada di luar jadwal pembelajaran. Jaazakillah khair wa Baarakallahu fiik. Semoga Allah selalu melindungi Ustadzah dan keluarga aamiin.



0 comments